Infrastruktrur vs Alam: Mampukah Semarang Mengatasi Banjir?

(Oleh: Mutiara Firdaus mahasiswa Prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta) Semarang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Salah satu kota yang menghadapi permasalahan banjir kronis. Namun, banjir di Semarang tidak hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga oleh faktor-faktor lain seperti pasang air laut (rob), penurunan tanah (land subsidence), dan berbagai macam pembangunan infrastruktur…

Share :
Read More

Kekerasan Berbasis Gender: Saat Ruang Privat Menjadi Ruang Trauma

(Oleh: Matt Al Amin Kraying, Mahasiswa Fakultas Bahasa Seni Dan Budaya, UNY) Kota Yogyakarta selama ini dikenal dengan sebutan “Kota Pendidikan” dan “Kota Budaya” yang menjunjung tinggi kesatuan serta nilai – nilai luhur. Kota ini menjadi tujuan banyak orang untuk menuntut ilmu, bekerja, dan menikmati keindahan tradisi yang masih terjaga dengan baik. Kasus terkini kekerasan…

Share :
Read More

Kelapa Sawit Indonesia: Antara kemunduran atau keberlanjutan?

(Oleh: Bastian Agrinitus, Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta) Kelapa Sawit merupakan tumbuhan yang sering digunakan oleh usaha pertanian komersial dalam pembuatan minyak sawit. Hal ini dilatarbelakangi dengan tantangan global yang semakin kuat sejak Indonesia menjadi produsen utama kelapa sawit dunia pada tahun 2006. Tentu dalam proses pengembangan dan juga pemanfaatan kelapa sawit ini, memiliki banyak…

Share :
Read More

Indonesia gabung BRICS, pemantik Krisisi Moneter Reborn?

(Oleh: Bagaskara Putra Utama, Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta) Langkah Indonesia untuk bergabung dengan BRICS bisa jadi awal dari masalah besar. Bukan masalah dari dalam negeri, tapi dari luar—lebih tepatnya, dari Amerika Serikat. Amerika selama ini dikenal sebagai negara yang paling sensitif terhadap dua hal: minyak dan dolar. Dan dengan bergabungnya Indonesia ke dalam…

Share :
Read More

Krismon udah didepan mata, emang iya?

(Oleh: Bagaskara Putra Utama, Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta) Sejarah telah membuktikan bahwa krisis ekonomi tidak hanya berdampak pada angka-angka di pasar keuangan, tetapi juga mengguncang fondasi sosial dan politik suatu negara. Tahun 1998 menjadi saksi bagaimana ekonomi Indonesia terpuruk akibat krisis moneter (krismon) yang diperburuk oleh faktor eksternal, termasuk dugaan intervensi spekulan asing….

Share :
Read More

Jogja dan Krisis Sampah: Antara Wisata dan Realita

(Oleh: Daris Arbin Anugerah, Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta) Yogyakarta, kota budaya serta kota wisata yang kaya akan sejarah dan tradisi, kini tengah menghadapi tantangan serius yang mengancam citranya. Di balik pesona Malioboro, keagungan Keraton, dan kelezatan kuliner yang ada di Yogyakarta, tersembunyi permasalahan pelik yaitu krisis sampah. Tumpukan sampah yang menggunung di berbagai sudut…

Share :
Read More

Sampah sebagai Cermin Kesadaran Kewarganegaraan: Apakah Kita Sudah Peduli?

(Oleh: Sa’dan Adya Atany, mahasiswa prodi Sastra Indonesia UNY) Kata sampah seakan sudah melekat erat dengan negeri ini. Dari zaman dahulu, hingga kini Indonesia selalu dihadapkan dengan permasalahan sampah yang tiada habisnya. Banyak solusi yang telah dilakukan, seperti berbagai program pengelolaan sampah, pembangunan tempat pembuangan sampah yang lebih baik, hingga kampanye untuk mengurangi penggunaan plastik…

Share :
Read More

Pembullyan: Ancaman Serius bagi Kesejahteraan Generasi Penerus Bangsa

(Oleh: Faisal Rusydie, Mahasiswa prodi Sastra Indonesia Universitas Negeri Yogyakarta) Pembullyan telah menjadi fenomena yang mengkhawatirkan di berbagai lapisan masyarakat, terutama di lingkungan pendidikan. Tindakan ini, yang mencakup kekerasan fisik, verbal, emosional, hingga siber, tidak hanya merusak kualitas pendidikan tetapi juga mengancam kesejahteraan mental dan fisik generasi penerus bangsa. Dalam konteks pendidikan, pembullyan berdampak langsung pada…

Share :
Read More

Menilik Program Makan Bergizi Gratis di Era Pemerintahan Prabowo

(Oleh: Abuya tin rois, Mahasiswa Prodi Hukum UPN Bukittinggi) Program Makan Gratis Bergizi (MGB) yang dicanangkan dalam pemerintahan Prabowo Subianto menjadi salah satu kebijakan ambisius yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, khususnya bagi pelajar dan kelompok masyarakat kurang mampu. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengatasi masalah gizi buruk dan stunting yang masih menjadi…

Share :
Read More

Pilkada Langsung: Demokrasi atau Ajang Pemborosan?

(Oleh: Hilda Elsa Sari, Mahasiswi Prodi Hukum UPN Bukittinggi) Pilkada atau Pemilihan Kepala Daerah merupakan proses demokrasi yang penting, namun tidak dapat dipungkiri bahwa biaya yang dikeluarkan untuk menyelenggarakan Pilkada sangatlah tinggi. Dari segi logistik, pengamanan, kampanye, hingga biaya administrasi, semua itu membutuhkan anggaran yang sangat besar. Padahal, di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan…

Share :
Read More