Pelajaran dari Venezuela: Kekuasaan Tanpa Loyalitas, Peringatan bagi Presiden Prabowo

(Oleh: Sri Radjasa, M.BA, Pemerhati Intelijen) Sejarah menunjukkan bahwa runtuhnya kekuasaan negara jarang disebabkan oleh satu faktor tunggal. Ia merupakan akumulasi dari keretakan institusional, kemerosotan kepercayaan publik, dan rapuhnya loyalitas internal. Daron Acemoglu dan James A. Robinson dalam Why Nations Fail menegaskan bahwa negara gagal bukan semata karena kemiskinan sumber daya, melainkan karena institusi ekstraktif,…

Share :
Read More

Hukum yang Menakutkan, Negara yang Kehilangan Nurani

(Oleh: Sri Radjasa, M.BA, Pemerhati Intelijen) Negara hukum seharusnya menjadi rumah aman bagi warganya. Namun ketika hukum justru tampil sebagai alat penakut, negara sesungguhnya sedang kehilangan nurani. Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru sejak 2 Januari 2026 menandai fase serius kemunduran tersebut. Alih-alih memperkuat keadilan, hukum…

Share :
Read More

Bencana Aceh, Negara Hadir, Namun Masih Perlu Disempurnakan

(Oleh: T. A. Hafil Fuddin, S.H., S.I.P., M.H, Mantan Pangdam Iskandar Muda, Tokoh Masyarakat Aceh) Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa pekan terakhir kembali menguji makna kehadiran negara di tengah penderitaan warganya. Sebagai bagian dari masyarakat Aceh, saya mengikuti penanganan bencana ini dengan penuh perhatian, sekaligus dengan rasa hormat…

Share :
Read More

Kegilaan yang Menyelamatkan Bangsa

(Penulis: Sri Radjasa, Pemerhati Intelijen) Setiap bangsa yang sedang sakit selalu membutuhkan obat di luar kebiasaan. Dalam situasi ketika hukum tak lagi berpihak pada keadilan, ketika korupsi menjadi budaya, dan ketika elit bersekongkol menindas kepentingan publik, maka bangsa itu tak lagi bisa diselamatkan dengan langkah-langkah yang normal. Ia memerlukan pemimpin yang berani menempuh jalan yang…

Share :
Read More

Ketika Pemerintah Salah Arah: Dari Peluang Emas Menjadi Ancaman Bangsa

(Penulis: Sri Radjasa, MBA, Pemerhati Intelijen) Dalam dunia geopolitik modern, kekuatan ekonomi tak lagi ditentukan oleh senjata, melainkan oleh kemampuan sebuah negara memanfaatkan kerja sama global untuk memperkuat dirinya. Tiongkok, lewat kebijakan One Belt One Road (OBOR) atau Belt and Road Initiative (BRI), memberi contoh bagaimana sebuah visi besar dapat menjadi alat membangun pengaruh global….

Share :
Read More

Korupsi BUMN dan Bayang “Negara di Balik Negara”

(Penulis: Sri Radjasa, M. BA (Pemerhati Intelijen) Pemberantasan korupsi di Indonesia kerap terasa seperti pertarungan simbolik yang ramai di panggung, senyap di belakang layar. Dalam banyak kasus besar, terutama di sektor energi dan BUMN strategis seperti Pertamina, penegakan hukum seakan berhenti pada lapisan permukaan dengan menangkap pelaku operasional, namun membiarkan arsitek kebijakan dan jejaring kuasa…

Share :
Read More

Tanah Air yang Direklamasi, Rel yang Menjauh dari Kedaulatan

(Oleh: Sri Radjasa, MBA, Pemerhati Intelijen Nasional) Indonesia sedang berubah cepat. Laut direklamasi, tanah digali, rel dibentang. Semua atas nama pembangunan dan modernisasi. Namun di tengah gegap gempita proyek besar dan jargon kemajuan, ada pertanyaan yang mulai mengusik nurani, masihkah negeri ini berdaulat atas ruang dan sumber dayanya sendiri? Reklamasi laut di sepanjang pesisir utara…

Share :
Read More

Menembus Geureutee, Menyingkap Geopolitik Mineral Aceh

(Oleh: Delky Nofrizal Qutni (Wakil Ketua DPW APRI Aceh, Pemuda Barat Selatan Aceh) Pemerintah pusat akhirnya membuka sinyal kuat untuk membangun Terowongan Geureutee, sebuah proyek infrastruktur yang selama ini hanya hidup dalam wacana. Lobi politik yang dilakukan Muzakir Manaf, atau Mualem, disebut berhasil menembus tembok birokrasi pusat dan menghadirkan kembali cita-cita lama yakni menjadikan jalur…

Share :
Read More

Penguatan Karakter siswa SD melalui Merdeka Belajar Pembelajaran Berbasis Proyek

(Oleh: Fauzan Nur Alamsyah mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta) Di era abad ke-21, pendidikan tidak hanya menuntut siswa untuk cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter  kreatif, dan berempati. Salah satu pendekatan yang kini menjadi motor penggerak transformasi pendidikan adalah pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PjBL) dalam kerangka Merdeka Belajar. Pendekatan ini mengajak siswa untuk belajar melalui…

Share :
Read More

Sapu Bersih atau Sapu Pilih? Menakar Janji Kejaksaan dalam Era Politik Anti-Korupsi

(Oleh: Sri Radjasa, MBA, Pemerhati Intelijen) Ada satu kalimat yang menggetarkan sendi penegakan hukum beberapa hari terakhir bahwa Jaksa Agung ST Burhanuddin menyatakan akan mengevaluasi seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), khususnya terkait kinerja pemberantasan tindak pidana korupsi. Pernyataan itu bukan muncul di ruang hampa, melainkan di tengah pelantikan 17 Kajati…

Share :
Read More